Wagub Amini Penutupan lokalisasi di Surabaya

Selasa,24 Januari 2012 - 21:38 WIB - Dibaca : 426 kali

RADJAWARTA >> Langkah para ulama yang menginginkan agar seluruh lokalisasi di Surabaya ditutup sepertinya mendapatkan angin segar. Tdak tanggung tanggung, ternyata upaya ‘bersih bersih’ yang di lontarkan oleh MUI Jatim tersebut,  didukung  Pemerintah Propvinsi jawa Timur. Hal itu seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Menurut Gus Ipul, demikian panggilanya, pada dasarnya  semua pihak pasti menginginkan hal yang sama. Namun, dalam kondisi seperti sekarang ini, banyak faktor yang perlu diperhatikan. ’’Kita tidak boleh menutup asal menutup. Harus pikirkan juga solusinya,’’ ujar mantan Ketua Umum GP Ansor seusai menhadiri acara pameran sekolah Islam di City of Tomorrow (23/1).

Untuk itu, saat ini baik pemkot dan pemprov tengah melakukan berbagi langkah percepatan untuk meniadakan lokalisasi. Misalnya menegakkan peraturan tidak boleh ada penambahan wisma dan PSK baru di lokalisasi. Kalau ketahuan, bakal langsung dipulangkan. Oleh karena itu, diharapkan tiap bulannya, ada razia untuk meng-update jumlah tersebut.

Dilakukan pula berbagai pelatihan keterampilan dan bimbingan mental baik bagi PSK dan Mucikari maupun pada masyarakat sekitar. Tujuannya, agar PSK dan Mucikari pindah profesi. Sedangkan untuk warga sekitar, diminta untuk tidak lagi menggantungkan perekonomian dari pekerjaan penunjang lokalisasi. Seperti, menjaga parkir, jualan rokok dan warung kopi, serta lain sebaginya. Boleh jadi penjaga parkir atau warung kopi maupun membuka toko peracangan. Namun, jangan sampai merasa tergantung dari pelanggan yang berasal dari lokalisasi.

Yang menarik, pria yang biasa disapa Gus Ipul ini berharap, ide pemasangan CCTV di komplek lokalisasi yang sempat terlontar dari pemkot dihidupkan lagi. Wacana yang sempat surut karena terkena protes dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan Hak Asasi Manusia itu dinilai dia bakal bisa mengurangi jumlah pelanggan di sana. Bisa jadi, karena merasa malu kena CCTV, orang yang mau ke sana jadi urung.

’’Dengan CCTV pemerintah juga bisa lebih bisa mengontrol. Itu banyak manfaatnya dari berbagai lini. Keamanan juga bisa lebih terjaga,’’ papar dia.

Di sisi lain, pria kelahiran Pasuruan ini juga menjelaskan, anggapan bahwa bila lokalisasi ditutup malah akan menyulitkan kontrol pada prostitusi adalah kesalahan besar. Sebab, ditutup ataupun tidak ditutup, pasti akan menimbulkan problem. Intinya, pelan atau cepat, sebuah kota akan menjadi lebih elok bila tanpa prostitusi.

Sayangnya, harapan pemprov agar ide pemasangan CCTV di lokalisasi kembali dihidupkan belum menerima respon konstruktif dari pemkot. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Surabaya Chalid Buchori saat dimintai komentar mengenai mungkinkah pemasangan CCTV direncanakan sebagai salah satu agenda kota, menjawab datar-datar saja.

’’Kalau tentang upaya pengurangan atau penutupan lokalisasi, Dinas Sosial sudah memiliki rencana sendiri,’’ ujar dia. Maka itu, diskominfo masih belum akan menghidupkan wacana itu lagi.

Seperti diberitakan, Rencana pemkot dan pemprov membuat kukut lokalisasi di Dupak Bangunsari dan Kremil pada tahun ini disambut baik oleh MUI Jatim. Namun, MUI juga berharap, penutupan lokalisasi lain bisa dilaksanakan di tahun yang sama. Jadi, tahun ini enam lokalisasi (Dupak Bangunsari, Kremil, Sememi dan Klakahrejo (Moroseneng), serta Dolly dan Jarak) di Surabaya bisa hilang sama sekali. rw/bu

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

Share

Tinggalkan komentar

Current day month ye@r *

Manusia Super

Pemimpin Negara Harus Pancasilais

SURABAYA, Semua elemen masyarakat termasuk petinggi partai dan jajaran birokrat harus mempertanyakan kembali, sejauh mana konsistensi komitmennya terhadap Pancasila. Apakah masih utuh mengemban wasiat yang terkandung di dalam kelima butir

Baca Selengkapnya.........

LEMBAGA BANTUAN HUKUM
RADJAWARTA


KLIK DISINI...

Penandatanganan Kontrak kinerja 2014
  • Radja POLLING


    • Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

      Lihat Hasil Polling

      Loading ... Loading ...


  • Risma, Walikota Tanpa Tanda Jabatan

    TRI RISMAHARINI, demikian nama walikota perempuan pertama di Kota Surabaya. Masa jabatan ini pertama kali dijabatnya untuk masa bakti 2010-2015 terhitung sejak 28 September 2010..

    Baca Selengkapnya.........

    Achtanaputra - Webdeveloper