Tag Archive | "raskin"

180 Kades di Pamekasan Kompak Korupsi Raskin

Tags: , , , , , ,

180 Kades di Pamekasan Kompak Korupsi Raskin

Posted on 24 November 2013 by admin

raskinRADJAWARTA > Diduga terlibat dalam kasus korupsi pendistribusian bantuan beras untuk warga miskin, sebanyak 180 Kepala Desa di Kabupaten Pamekasan dilaporkan ke Kejaksaan. Saat ini sedang kasus tersebut sedang didalami oleh Kejaksaan.

“Dugaan keterlibatan sebanyak 180 kepala desa dalam kasus dugaan korupsi raskin ini, berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat dan pegiat lembaga swadaya masyarakat,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Samiadji Zakariya Samiadji kepada wartawan.

Dalam penjelasannya, Samiadji belum berani memastikan kapan kasus tersebut akan tuntas. Namun, dia berjanji akan menuntaskan kasus yang diduga merugikan Negara sangat banyak. “Yang pasti semua laporan yang masuk kepada Kejari akan kami tindak lanjuti,” ulasnya.

Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Pemantau Kebijakan Publik, Pamekasan disebutkan, dalam kasus tersebut, jumlah kerugian negara dalam kasus penggelapan raskin di Kabupaten Pamekasan diperkirakan mencapai Rp58,8 miliar/tahun.

Dari 180 Kepala Desa yang telah dilaporkan, penegak hukum telah menahan dua orang tersangka. Keduanya adalah, Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu Moh Urip, dan Kepala Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Kades Tanjung Moh Urip ditahan oleh tim penyidik Kejari Pamekasan, sedangkan Kades Larangan Slampar oleh tim penyidik Polres Pamekasan.

Selain menahan kepala desa, mantan korlap raskin dari Sub Divre XII Madura Ahmad Yani juga ditahan tim penyidik Polres Pamekasan, karena terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi raskin di Kabupaten Pamekasan itu. (*)

Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

ANT

Share

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Maskin Jatim Dijamin Dapat Raskin dan BLSM

Posted on 28 Juni 2013 by admin

RADJAWARTA >Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespon baik protes dari masyarakat soal tidak meratanya penerimaan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLSM). Hal itu dijawabnya dengan janji akan menjamin seluruh masyarakat miskin yang biasanya menerima bantuan beras miskin (Raskin) juga menerima BLSM.

“Kita memang sudah dengar, banyak yang protes karena tidak dapat BLSM. Tapi untuk tahap dua nanti semua harus dapat,” ujar Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Usai sholat Jumat di Masjid Baitul Hamdi komplek gubernuran (28/6/2013).

Menurut dia, banyak masyarakat miskin yang tak mendapatkan pencairan BLSM karena pemerintah pusat memang menggunakan patokan data lama. “Saya sudah minta, prinsipnya yang biasanya menerima raskin, ya harus dapat BLSM. Saat ini sudah kita jelaskan ke kabupaten/kota,” ujar Soekarwo.

Jumlah masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan, kata dia, saat ini mencapai 2,4 juta penduduk yang tersebar di seluruh wilayah yang ada.

Sekadar diketahui, setelah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak, pemerintah saat ini memang mulai menggelontorkan BLSM sebagai kompensasi dari kenaikan BBM. Pencairan BLSM sendiri dilakukan melalui seluruh kantor pos yang ada di seluruh daerah. (rha)

Share

Comments (0)

RAS

Tags: , , , , , ,

Camat dan Lurah Disiapkan untuk Pembagian Raskin

Posted on 11 Februari 2013 by admin

RADJAWARTA > Pemkot Surabaya mulai mensosialisasikan pendistribusian beras miskin (raskin) kepada para camat dan lurah. Mereka dikumpulkan di Graha Sawunggaling, Kamis (7/2), guna mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi dalam pembagian raskin.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten IV Sekretariat Kota (Sekkota) Surabaya Eko Haryanto. Pada kesempatan itu, Eko menyampaikan bahwa kuota penerima raskin Kota Surabaya mengalami penurunan. Pada 2012, pagu raskin yang ditetapkan pemerintah pusat 78.869 RTS-PM (rumah tangga sasaran-penerima manfaat). Sedangkan tahun ini, Kota Pahlawan hanya mendapat jatah 65.991 RTS-PM. “Jadi ada selisih 12.878 RTS-PM kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dikatakan Eko, informasi inilah yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Lurah mengemban tugas, disamping mendistribusikan, juga memberikan pemahaman kepada warga. Terlebih, bahwa penentuan siapa saja penerima raskin ini adalah murni kewenangan pemerintah pusat. “Data sepenuhnya ditentukan pusat, pemkot hanya menerima CD yang didalamnya berisi nama-nama dan alamat penerima raskin,” kata mantan Kepala Dinas Sosial Surabaya ini.

Dalam sosialisasi itu juga dibahas apa saja batasan kewenangan lurah. Eko menyebut, lurah tidak mempunyai kuasa untuk menambah kuota, serta tidak boleh memberikan jatah raskin kepada mereka yang tidak tercantum dalam data yang diberikan oleh pemerintah pusat. Apabila ada penerima raskin yang meninggal, lurah juga tidak bisa serta merta melakukan eksekusi dengan langsung memberikan raskin kepada ahli warisnya.

Oleh sebab itu, menurut Eko, tugas lurah disini sangat berat mengingat ujung tombak pelayanan pemerintah ini berkewajiban melakukan distribusi, memberi penjelasan, dan memverifikasi data tetapi tidak punya kewenangan untuk mengubah data.

Soal kualitas beras, Eko menyatakan telah menekankan kepada para lurah agar melakukan pengecekan begitu beras tiba di titik distribusi. Pengecekan meliputi jumlahnya, apakah sesuai dengan kuota atau tidak, dan kualitas beras. “Ketika dijumpai ada ketidaksesuaian, baik masalah jumlah maupun kualitasnya, langsung hari itu juga lurah bisa melakukan klaim ke bulog agar beras tersebut diganti,” papar pejabat kelahiran Jember ini.

Berdasar perkiraan, dua minggu lagi pemkot mulai mendistribusikan raskin. Tahapannya, minggu depan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB (Bapemas KB) Surabaya menetapkan SPA (surat permohonan alokasi)-nya. Kemudian sepekan kemudian, raskin sudah bisa dibagikan.

Eko juga menyampaikan pesan wali kota yang mengingatkan seluruh jajaran pemkot agar tidak menerima, mengambil, atau melakukan segala bentuk pungutan. Sebab, semua biaya operasional pendistribusian raskin ini sudah ditanggung oleh pemkot. “Ini pesan dari wali kota, beliau tidak akan segan memberikan sanksi bagi siapapun yang melanggar,” pungkasnya. ***

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

 

Share

Comments (0)

Alfan-Khusairi-okkkk

Tags: , , , , ,

Pemprov Jatim Diduga Rekayasa Jatah Raskin

Posted on 18 Juli 2012 by admin

RADJAWARTA >> Politisi di DPRD Surabaya tidak terima atas turunnya jatah raskin di Surabaya. Diduga, turunnya jatah raskin tersebut salah satu upaya Pemprov Jatim untuk membuktikan keberhasilannya dalam memerangi kemiskinan.

“Ini upaya sistimatis dari Pemprov jatim untuk menunjukkan keberhasilan penanganan masyarakat miskin, padahal di lapangan jumlah Gakin belum tentu benar-benar turun,” kritik vokalis DPRD  Surabaya, Alfan Khusaeri, asal Fraksi PKS Selasa (17/7).

Menurut Alfan dugaannya bisa dilihat dari kewenangan pemerintah provinsi untuk menetapkan penerima jatah beras Raskin tiap tahunnya. Di satu sisi, lanjut legislator PKS ini, Pemprov Jatim berkepentingan untuk menegaskan program-program pro masyarakat miskin berhasil.

Sementara di sisi lain , terang Alfan yang lulusan ITS ini, jumlah Gakin penerima jatah Raskin merupakan salah satu parameter penanganan masyarakat miskin. “Semakin turunnya jumlah penerima beras raskin berarti semakin sedikit masyarakat miskin yang ada. Sementara penentu siapa saja penerima Raskin adalah Pemprov dengan kepentingan keberhasilan program penanganan masyarakat miskin,” terang Alfan.

Sementaradengan data turunnya jumlah penerima beras raskin sampai dengan 70% untuk kota Surabaya saja, lanjut Alfan, memperkuat sinyalemen ada kepentingan Pemprov Jatim untuk menunjukkan keberhasilannya.

“Penurunan penerima sampai dengan 70% sangat tidak masuk akal, apakah memang penurunan kemiskinan di Surabaya sampai sejauh itu,” Tanya Alfan. rw

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

 

Share

Comments (0)

raskin

Tags: , , , , ,

Sosialisasi Raskin Bersama Kejaksaan dan Kepolisian

Posted on 22 Maret 2012 by admin

RADJAWARTA >> Mengantisipasi  penyalahgunaan pembagian Beras Miskin (Raskin) di Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya melakukan sosialisasi Raskin kepada Camat, Lurah, dan Tim Koordinasi pembagian Raskin. Sosialisasi ini bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kepolisian.

Hal ini ditujukan supaya Tim yang berada dilapangan tidak ketakutan dalam melakukan tugasnya membagi Raskin sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat & Keluarga Berencana (Bapemas & KB) Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan beras Raskin ini akan diberikan kepada 110.117 keluarga miskin (Gakin). Setiap bulannya para gakin ini akan mendapatkan beras sebanyak 15 kilogram.

“Sosialisasi ini diberikan sesuai pengalaman pada tahun-tahun yang lalu. Begitu banyak permasalahan yang dialami tim di lapangan saat pembagian raskin. Untuk itu, di tahun ini kita ingin memperbaikinya dengan menggandeng Kejaksaan dan Kepolisian. Sehingga, tim dilapangan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” terangnya saat Sosialisasi Raskin, Kamis (22/3), di Graha Sawunggaling.

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismharini, saat membuka Sosialisasi Raskin mengingatkan kepada seluruh Camat dan Lurah untuk tidak menyalahgunakan raskin. Karena, raskin tersebut hak gakin yang harus mereka terima. “Tolong seluruh Camat dan Lurah untuk mengingatkan kepada seluruh stafnya untuk tidak main-main dengan bantuan ini,” pesannya.

Menyinggung data gakin dari BPS, mantan Kepala Bappeko ini menyampaikan ke kuatirannya apabila data yang diperoleh tidak sesuai fakta yang dilapangan. Untuk itu, ia mengajurkan kepada seluruh tim koordinasi pembagian raskin melaporkan perubahan data yang ditemukan dilapangan. Seperti perubahan data penduduk yang meninggal maupun telah pindah tempat tinggal. Karena, data tersebut sangat berpengaruh pada saat penyaluran raskin.

“Data yang kita jadikan patokan dari BPS adalah data tahun lalu. Jadi, penyaluran raskin sampai Mei patokannya masih data tahun lalu. Yang menjadi kuatiran saya yakni bila bulan Juni sampai Desember 2012 BPS memberikan data terbaru. Maka, yang kelabakan pastinya pihak Kecamatan dan Kelurahan. Saya tidak mau itu terjadi, maka perlu ada laporan data tebaru dari temuan tim yang dilapangan,” imbuhnya.

Masih kata Risma, bila perlu RT/RW dikumpulkan, supaya dikemudian hari saat penyaluran raskin tidak ada masalah. Maka, perlu dikomunikasian lebih awal. “Soalnya, RT/RW kan lebih tahu jika ada penduduk yang meninggal dan pindah tempat tinggal,” ujarnya. (*)

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

Share

Comments (0)

Data Penerima Raskin Diketahui Ganda

Tags: , , , ,

Data Penerima Raskin Diketahui Ganda

Posted on 19 Maret 2012 by admin

RADJAWARTA >> Rencana  penggunaan dua data yang berbeda sebagai dasar pembagian jatah beras miskin dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Legislative mengingatkan potensi pertambahan jumlah keluarga miskin(gakin) pasca kenaikan BBM bulan ini.

Pada tahun 2012 ini  pemerintah pusat  menegaskan menggunakan data keluarga miskin (gakin) yang berbeda. Berdasarkan surat dari kementerian social yang diterima  Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB (Bapemas KB) Kota Surabaya dinyatakan data gakin yang akan diberlakukan dari Mei hingga Desember 2012 ini menggunakan data survei BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2011.
Sedangkan sebelumnnya Januari hingga April  masih menggunakan data
survei BPS tahun 2008.

Menanggapi surat pemerintah pusat ini, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mengatakan kebijakan pemerintah ini jelas bisa menimbulkan gejolak di masyarakat. Seharusnya, hasil survei tahun 2011 itu bisa dilaksanakan awal tahun 2012, namun kenyataannya diberlakukan  pertengahan tahun.

“Jika datanya berubah terutama menjadi  berkurang akan menjadi masalah besar. Sekarang ini jumlah gakin bakal semakin bertambah karena adanya kenaikan BBM,” cetusnya.

Kondisi itu, lanjut Baktiono,  tentunya membawa efek domino pada warga miskin di Surabaya. Perubahan data bisa membawa perselisihan dan pertentangan di tingkat masyarakat karena kemungkinan jumlah data  2008 dengan data 2011 akan berbeda

Untuk itu pihaknya berharap Pemkot Surabaya berhati-hati dalam melaksanakan pembagian raskin yang mengacu pada survei tahun 2008. Jika memang berkurang nant, maka pemkot harus bertanggung jawab dengan memberi subsidi raskin pada mereka.

Sementara kepala bapemas KB, Antiek Sugiarti, mengakui memang ada kebijakan pemerintah pusat untuk menggunakan data Sensus 2008 sebagai dasar pembagian raskin pada awal 2012 ini. “Memang dalam rentang waktu setahun ini, data raskin mengacu survey BPS tahun 208 dan survei BPS tahun 2011. Ini berdasarkan surat dari Kementerian Social beberapa waktu lalu,” jelas Kepala Bapemas KB Antiek Sugiarti.

Ia melanjutkan, kalau memakai data BPS 2008, penerima beras raskin di Surabaya mencapai 110.117. Tiap KK bisa menerima 5 kg dengan harga Rp1.600. Keberadaan beras raskin sendiri memiliki arti besar bagi warga miskin untuk menyambung hidup.

Sedangkan untuk data survei BPS tahun 2011 hingga sekarang pihaknya belum mengetahui secara pasti. Pasalnya, pemerintah pusat belum juga memberikan data pada Pemkot Surabaya.“Bisa saja data gakin  yang terbaru ini tetap jumlahnya. Namun juga bisa berkurang atau bertambah,” cetusnya.

Yang menjadi masalah nanti adalah jika jumlah gakin yang berhak mendapatkan raskin itu ternyata berkurang, tentu akan menjadi pekerjaan rumah bagi bapemas.  Pihaknya akan dituntut untuk memberikan penjelasan pada masyarakat, terutama mereka yang kini tidak mendapatkan lagi.

“Jika jumlahnya gakinnya berkurang  berarti ada gakin yang sudah tidak miskin lagi. Namun tentu tidak semua berlapang dada jika tidak menerima raskin lagi. Makanya kami akan terus melakukan sosialisasi ke mereka,” cetusnya. RW/BRW

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

Share

Comments (0)

raskin

Tags: , , ,

Raskin di Pemkab Gressik Disalurkan Lebih Awal

Posted on 17 Oktober 2011 by admin

RADJAWARTA >> Mengantisipasi melonjaknya harga beras di Kabupaten Gresik, Jatim. Pemkab Gresik memajukan penyaluran raskin untuk November dimajukan sebulan lebih awal.

Kepada wartawan Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Gresik, Kamhadi mengutarakan, terhitung hingga Senin (17/10) 11 kecamatan dari total 18 kecamatan yang ada, sudah menerima jatah raskin jatah bulan November 2011.

Sasaran raskin untuk Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), setidaknya tersebar di Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Benjeng, Kebomas, Gresik, Manyar, Sidayu, Dukun, Panceng dan Ujungpangkah.

Selama tiga bulan kata Kamhadi, sudah 816.210 Kg beras yang sudah tersalur. Jumlah tersebut tersebar ke 54.414 RTSPM di dua kecamatan di Pulau Bawean dan 18 kecamatan Gresik. “Namun untuk pengiriman di Pulau Bawean, dilaksanakan tiap 2 bulan sekali. Jumlah Raskin yang teralokasi di pulau Putri tersebut, sebanyak 67.275 kg yang teralokasi untuk Kecamatan Sangkapura 46.455 kg untuk 3097 RTSPM dan Kecamatan Tambak sebanyak 20.820 kg untuk 1388 RTSPM. Untuk pengiriman Raskin ke Pulau Bawean saat ini agak terlambat, karena kapal yang biasanya mengangkut beras masih dalam perbaikan” ujar Kamhadi.

Kali ini menurut Kamhadi, sistem penyaluran raskin diperketat. Bagi yang tidak melunasi bulan sebelumnya maka untuk bulan berikutnya tidak dikirim. “Kami menghimbau kepada desa-desa yang mendapat jatah raskin, agar segera melunasi pembayarannya, sangat disayangkan apabila hanya karena belum melunasi raskin jatah raskinnya tertunda sehingga masyarakat di wilayahnya  tidak mendapatkan jaah raskin tersebut secara rutin. Padahal dari sisi kwalitas, jatah raskin kali ini sangat bagus, kalau dipasaran harganya sekitar Rp 6000/kg -  Rp 7000/kg,” tambahnya. cp-sur

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

Share

Comments (0)

Di Bulan Puasa Bulog Jatim Salurkan 92 Ribu Ton Raskin

Tags: , , ,

Di Bulan Puasa Bulog Jatim Salurkan 92 Ribu Ton Raskin

Posted on 08 Agustus 2011 by admin

RADJAWARTA >> Bulog Divre V Jawa Timur telah menyiapkan cadangan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) 230 ribu ton yang diperkirakan cukup hingga lima bulan ke depan. Sementara kebutuhan Raskin di Jawa Timur hanya 46 ribu ton per bulannya.

Rencananya, Raskin disejumlah wilayah di Jatim akan di bagikan bulan Agustus ini.

Kepala Bulog Divre V Jawa Timur, Morino Mujono mengatakan, cadangan raskin saat ini tersimpan di gudang-gudang Bulog di berbagai daerah di Jawa Timur.

Bulog mempunyai program saat Puasa hingga Lebaran 2011 beras Raskin untuk jatah bulan September ditarik akan dibagikan pada Agustus.

“Jadi, pada saat Puasa ada dua kali penyaluran raskin yang jumlahnya 92 ribu ton atau 20 persen dari kebutuhan pangan Jawa Timur,”ujarya, Minggu (8/8).

Murino mengemukakan, untuk penyaluran di Surabaya, Raskin akan dibagikan kepada sedikitnya 3.079.822 keluarga kiskin (gakin).

Diharapkan, dengan adanya penyaluran Raskin selama Puasa dua kali atau 30/kg, setiap keluarga miskin di Jawa Timur tidak lagi membeli beras di pasar.

Dengan tidak adanya orang miskin beli beras di pasar, maka masyarakat miskin yang membeli beras di pasar tradisional akan sepi dan dampaknya diharapkan harga beras tidak ada gejolak naik pada saat Puasa hingga Lebaran.

Perlu diketahui, sejak Maret 2011 harga beras kualitas medium IR 64 terus merangkak naik. Sebelumnya, pada Meret harga beras berkisar Rp 5.600/kg naik menjadi Rp 5.800/kg, naik lagi menjadi Rp 5.960/kg dan terakhir terus naik menjadi Rp 6.400/kg.

Selain program pengucuran Raskin dua kali pada Agustus, mulai 18 Juli atau pasca Puasa hingga Lebaran Bulog juga mengadakan operasi Pasar (OP) beras murah di Pasar Wonokromo DTC, Pasar Pucang, Pasar Kembang dan Pasar Tambakrejo Surabaya dan pasar-pasar lain di Jawa Timur.id

FOTO >> Kepala Bulog Divre V Jawa Timur, Morino Mujono

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

Gubernur Jatim “Jual” Raskin di Pasar Wonokromo Surabaya

Tags: , , , , ,

Gubernur Jatim “Jual” Raskin di Pasar Wonokromo Surabaya

Posted on 19 Juli 2011 by admin

RADJAWARTA >> Harga beras di pasaran yang melonjak tajam saat menjelang lebaran, membuat Pemerintah Propinsi (Pemprop) dan Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur menggelar operasi pasar. Apalagi, sekarang ini harga beras medium di pasaran mencapai Rp 7.300 hingga Rp 8000 per kilogramnya.

Operasi pasar dengan menjual beras murah itu dilakukan di empat titik. Diantaranya, Pasar Wonkromo, Pasar Pucang, Pasar Kembang dan Pasar Tambak Rejo, Surabaya.

“Kita lakukan operasi pasar dengan menjual beras medium Rp 6.400. Dengan cara seperti ini, program kita mengena secara langsung ke masyarakat kecil,” ujar Kepala Bulog Divre Jatim, Murino Mudjono, saat melakukan operasi pasar di Pasar Wonokromo bersama Gubernur Jatim Soekarwo, Selasa (19/7/2011).

Murino mengatakan, jika Bulog sudah menyalurkan 6 ton beras selama operasi pasar berlangsung. “Operasi pasar akan kita lakukan hingga harga beras turun. Di Pasar Wonokromo ada tiga titik penyaluran oeprasi pasar. Sedangkan, di Pasar Tambakrejo dan Pucang masing-masing satu titik,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Jatim, Soekarwo, berharap agar operasi pasar yang digelar bersama Bulog diharapkan mampu menurunkan harga beras secara bertahap.

“Saat ini kenaikan harga sejumlah barang terjadi karena kebiasaan pasar menjelang puasa para pedagang mengambil untung yang besar. Sedangkan, stok kami jamin cukup dan aman. Kami minta para pedagang tak ambil untung banyak-banyak,” jelas Soekarwo. rid

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

Manusia Super

Pemimpin Negara Harus Pancasilais

SURABAYA, Semua elemen masyarakat termasuk petinggi partai dan jajaran birokrat harus mempertanyakan kembali, sejauh mana konsistensi komitmennya terhadap Pancasila. Apakah masih utuh mengemban wasiat yang terkandung di dalam kelima butir

Baca Selengkapnya.........

LEMBAGA BANTUAN HUKUM
RADJAWARTA


KLIK DISINI...

Penandatanganan Kontrak kinerja 2014
  • Radja POLLING


    • Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

      Lihat Hasil Polling

      Loading ... Loading ...


  • Risma, Walikota Tanpa Tanda Jabatan

    TRI RISMAHARINI, demikian nama walikota perempuan pertama di Kota Surabaya. Masa jabatan ini pertama kali dijabatnya untuk masa bakti 2010-2015 terhitung sejak 28 September 2010..

    Baca Selengkapnya.........

    Achtanaputra - Webdeveloper