Tag Archive | "BAWANG"

wang

Tags: , , , , ,

Ratusan Kontainer Bawang Putih Dilepas Kembali

Posted on 21 Maret 2013 by admin

RADJAWARTA > 171 kontainer berisi bawang putih kembali dilepas dari Pelabuhan tanjung Perak ke pasar, Rabu (20/3). Dimana sebelumnya ada beberapa kontainer yang dilepas lebih dulu setelah melewati pemeriksaan.

Bachrul Chairi, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Rabu (20/3) mengatakan, seluruh kontainer yang menjadi isu ini sudah menjalani pemeriksaan sampling, berarti tinggal disampaikan ke Bea Cukai lalu bisa dikeluarkan. Ada tambahan lagi yang baru di-declare 171 kontainer.

Bachrul kemudian menjelaskan, 171 kontainer ini bisa bisa dilepas, setelah melakukan proses identifikasi awal terhadap kontainer bawang putih yang telah dilepas sebelumnya. “Saat ini sudah diperiksa sampelnya dan produknya masih bagus, sehingga bisa keluar,” tuturnya.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Bachrul mengaku sudah mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sebanyak 160.000 ton bawang putih. “Dengan SPI yang sudah keluar, harga bawang putih dipastikan akan turun dan mencukupi kebutuhan pasar,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Minggu lalu, sebanyak 300 kontainer bawang putih yang diimpor dari China tertahan di pelabuhan Tanjung Perak dan membuat harga komoditas ini jadi melangit di pasar dalam negeri.

Share

Comments (0)

KPPU

Tags: , , , , , , ,

KPPU Menduga ada Pemain Nakal Mainkan Harga Bawang

Posted on 15 Maret 2013 by admin

RADJAWARTA > Dalam dugaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tingginya harga bawang merah dan putih disebabkan oleh perilaku nakal importir bawang. Hal itu, terlihat dari ratusan kontainer berisi bawang putih sengaja tak dikeluarkan dari Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Saya menduga ini sengaja, ada praktik kartel di sini,” cetus, M Nawir Messi, Ketua KPPU, di Terminal Peti Kemas untuk melihat secara langsung keberadaan peti kemas berisi bawang putih, Kamis (14/3/2013).

Dia menjelaskan, dugaan ada importir nakal, bisa dilihat dari naiknya harga barang naik secara mendadak, akibat dari rendahnya suplay barang di pasaran. “Bahkan dalam lima tahun terakhir inflasi yang terjadi bulan lalu adalah yang tertinggi. Dan penyebabnya adalah bawang putih,” imbuhnya.

Menurutnya, melambungnya harga bawang putih dan bawang merah di wilayah Jawa Timur dimungkinkan akan bergeser ke level nasional. “Bawang kini telah menjadi isu nasional. Di Singapura saja harganya hanya Rp 11 ribu, tapi di Jatim bisa tembus Rp 100 ribu,” ujar dia.

Dalam kesempatan dan di tempat yang sama, Syarkawi Rauf, Komisioner KPPU mengatakan praktik kartel ini akan menghancurkan tata niaga bangsa. “Indonesia menjadi negara yang dihancurkan oleh tata niaganya sendiri,” kata dia.

Tata niaga yang memaksakan Indonesia menjadi negara dengan swasembada pangan, ternyata malah menghancurkan Indonesia sendiri. “Swasembada jangan dipaksakan. Meski impor dibatasi, harusnya pemain impor ini jangan dibatasi. Semakin banyak pemain maka semakin murah komoditas yang datang ke Indonesia,” kata dia.

Jika terbukti melakukan kartel, kata Syarkawi, para pemain kartel ini setidaknya bisa dipidanakan. “Kita masih teliti, kalau terbukti ya bisa kita seret ke pidana,” pungkasnya. ***

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

suarasurabaya

Share

Comments (0)

bawang

Tags: , , , , ,

Importir Nakal Penyebab Harga Bawang Melangit

Posted on 15 Maret 2013 by admin

RADJAWARTA > Melangitnya harga bawang merah dan putih di Jawa Timur mulai diketahui penyebabnya. Diduga kuat, karena ada oknum importir nakal yang sengaja memainkan harga bawang.

Kepada wartawan, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, dirinya curiga ada permainan nakal importir dibalik gejolak harga bawang putih di pasaran. Untuk itu, dirinya meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera turun tangan.

Mski begitu, Soekarwo enggan menyebut modus permainan nakal yang dilakukan importir bawang. ”Ada lembaga yang lebih berwenang di tingkat pusat, kami sebatas koordinasi saja,” ungkapnya, Kamis (14/3/2013).

Sesuai wewenang yang dimilikinya, Soekarwo mengaku sudah mengadu ke beberapa menteri diantaranya, yakni Menko Prekonomian, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Intinya meminta agar bawang putih yang tertahan itu segera dilepaskan. “Suratnya tadi malam sudah saya tandatangani. Mungkin hari ini sudah dikirim ke Jakarta,” ungkapnya.

Seperti diketahui bersama, sebanyak 394 kontainer berisi komoditas bawang putih berukuran 40 feet hingga hari ini masih tertahan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Karena dokumen impor di antaranya berupa Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH), Laporan Surveyor Independen (LSI), dan Surat Persetujuan Impor (SPI) belum diterbitkan.

Hal itulah yang diperkirakan menjadi penyebab harga bawang putih di pasaran melambung mencapai harga Rp 65 ribu per kilogram. Selain komoditas bawang putih, 266 kontainer produk holtikultura juga tertahan di Terminal Pelabuhan Tanjung Perak. ***

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

kompas

 

Share

Comments (0)

agus-D

Tags: , , , , ,

Politisi Indrapura Sorot Kedatangan Bawang Import

Posted on 14 Maret 2013 by admin

RADJAWARTA > Rencana Gubernur Jatim mendatangkan atau mengimport bawang merah dan bawang putih disorot politisi di Jalan Indrapura Surabaya. Sorotan itu terfokus pada jalur lalu lintas importir bawang di Pelabuhan.

Agus Dono Wibawanto, Ketua Komisi B DPRD Jatim, memang selama ini belum ada penyimpangan, namun tidak salah jika Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Biro Ekonomi mengkaji seberapa jauh importasi bawang putih di Jatim serta arah lalu lintasnya.

“Kedua biro itu harus melihat dengan mendatangkan importir, dan masalah yang paling utama adalah jumlah produksi kita yang rendah. Untuk itu dalam waktu dekat ini kami berencana mengundang Biro Ekonomi dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mencari solusi,” tegas Agus Dono.

Agus Dono pemprov Jatim melakukan pendataan lebih lanjut tentang berapa besar kebutuhan bawang putih di Jatim mendatang. “Karenanya saya minta teman dari dinas mengevaluasi. Kami akan panggil mereka minggu depan. Ini tidak hanya terkait terkait dengan bawang putih saja, tapi juga masalah jagung, mengapa harga rendah tapi importasi masih besar, khususnya yang masuk ke pabrikan,” tandas Agus Dono. ***

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

suarakawan

 

Share

Comments (0)

mentrotv

Tags: , , , , ,

Bawang Import Siap Banjiri Jawa Timur

Posted on 14 Maret 2013 by admin

RADJAWARTA > Entah apa alasan Gubernur Jatim Soekarwo sehingga Jawa Timur yang berencana akan mendatangkan bawang merah dan bawang putih asal luar negeri. Padahal sebelumnya (beberapa Bulan) sebelum harga bawang melangit, Gubernur yang punya sapaan Pakde Karwo ini dengan tegas menyatakan menolak barang import.

Setelah harga bawang merah dan putih jadi melangit, tiba-tiba gubernur asal Partai Demokrat bersedia mendatangkan bawang asal negeri Cina dan Vietnam.

Rencana mengimport bawang itu disampaikan Pakde Karwo Dikonfirmasi wartawan terkait dengan tingginya harga bawang. Menurutnya, dalam waktu dekat bawang-bawang itu akan tiba Jawa Timur. “Tidak lama lagi akan masuk Jatim,” cetus Pakde kepada wartawan (13/3/2013).

Menurut Pakde, Pemprov Jatim sudah menyiapkan segala hal untuk mendatang bawang asal Cina dan Vietnam itu. “Berbagai persyaratan telah kita penuhi untuk menambah kebutuhan bawang tersebut. Saya tegaskan, bahwa impor kedua kebutuhan dapur itu akan segera datang ke Jawa Timur dan kapal laut sudah dalam perjalanan dari kedua negara itu,” urainya. ***

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

licom

 

 

Share

Comments (0)

petani // kompas

Tags: , , , , ,

Diserang Jamur, Petani Bawang Merah Menjerit

Posted on 16 Maret 2011 by admin

BANTUL >> Puluhan hektar tanaman bawang merah di Kecamatan Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, rusak dan terancam bakal gagal panen. Rusaknya tanaman bawang ini disebabkan jamur yang menyerang daun pasca-tanaman terendam banjir beberapa waktu lalu.

Suroto, petani bawang merah di Desa Srigading Sanden, mengaku, kerugian petani untuk musim tanam bulan Februari sangat banyak. Pasalnya, harga benih bawang merah saja sudah mahal, berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilogram. Sementara, saat ini hampir semua tanaman bawang merah terserang jamur sehingga terancam tidak bisa dipanen.

Petani lain, Tugiman, mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi yang terjadi. Tanaman bawang merah yang menjadi penghasilan utamanya pun rusak. Meski sudah mengupayakan pengobatan dengan menyemprotkan insektisida, hasilnya tetap tidak jauh berbeda.

“Dulu waktu berumur seminggu tanaman saya kena banjir, dan sekarang banyak tanaman yang mati,” ujar Tugiman.  “Kita berharap besok pas panen cabe harganya bagus” tambah Tugiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutana Kabupaten Bantul Edy Suharyanta mengungkapkan, banyaknya tanaman bawang merah yang mati disebabkan terendam banjir dan cuaca ekstrem.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan udara lembab sehingga jamur tumbuh subur dan mengakibatkan busuk pada daun bawang merah. “Untuk musim tanam bulan Februari biasanya hasilnya kurang bagus karena tanaman sering kena air hujan,” ungkap Edy.

Edy menambahkan, luas tanam bawang merah yang terendam banjir dan terserang jamur mencapai 30 hektar. Akibat kerusakan tersebut, kerugian untuk tiap satu hektarnya diperkirakan Rp 17 juta sampai Rp 20 juta. we/kmp

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

3360 Ton Bawang Merah Impor Masuk Brebes

Tags: , ,

3360 Ton Bawang Merah Impor Masuk Brebes

Posted on 04 Maret 2011 by admin

ILUSTRASI

PURWOKERTO >> Kebijakan impor bawang merah yang diperkirakan hingga April mendatang harus dilakukan tepat sasaran dengan jumlah yang rasional. Kuota impor berlebihan justru akan menyengsarakan petani bawang lokal karena harga jualnya anjlok dan tidak laku di pasaran.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Purwokerto, Kamis (3/3/2011) menyatakan hal itu menanggapi masuknya bawang merah impor ke Kabupaten Brebes yang selama ini memasok sekitar 35 persen kebutuhan bawang merah nasional.

“Impor komoditas pertanian memang menjadi kebijakan Kementerian Pertanian, tapi kami juga minta pemerintah pusat memahami kondisi di lapangan termasuk petani bawang merah. Jangan sampai petani merugi akibat masuknya bawang impor yang harganya lebih murah ini,” jelasnya.

Menurut Bibit, pemerintah tentunya punya argumentasi tersendiri terkait kebijakan impor tersebut. Ini yang dijadikan acuan membuka keran impor sejak Januari lalu.

Hanya saja, Bibit mempertanyakan mengapa impor bawang merah dalam jumlah cukup besar yakni mencapai 840 ton per pekan hanya masuk ke Brebes. Dengan demikian, dalam tempo sebulan, ada 3360 ton bawang merah impor digelontorkan ke basis bawang merah lokal itu.

“Meskipun menjadi penyangga kebutuhan bawang merah nasional, tetapi Brebes tidak mungkin mencukupi kebutuhan nasional sendiri. Jadi, jika petani ingin tidak impor, produksinya ya harus ditingkatkan,” ujarnya.

Bibit menegaskan, pemprov tetap akan memantau situasi pertanian dan perdagangan bawang di Brebes pascaimpor bawang merah. Jika kebijakan impor ternyata menyebabkan petani lo kal yang sudah berjerih payah bertani bawang justru merugi, ia berharap pemerintah pusat untuk mengevaluasi hal tersebut. AS/KMP

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

Share

Comments (0)

Manusia Super

Pemimpin Negara Harus Pancasilais

SURABAYA, Semua elemen masyarakat termasuk petinggi partai dan jajaran birokrat harus mempertanyakan kembali, sejauh mana konsistensi komitmennya terhadap Pancasila. Apakah masih utuh mengemban wasiat yang terkandung di dalam kelima butir

Baca Selengkapnya.........

LEMBAGA BANTUAN HUKUM
RADJAWARTA


KLIK DISINI...

Penandatanganan Kontrak kinerja 2014
  • Radja POLLING


    • Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

      Lihat Hasil Polling

      Loading ... Loading ...


  • Risma, Walikota Tanpa Tanda Jabatan

    TRI RISMAHARINI, demikian nama walikota perempuan pertama di Kota Surabaya. Masa jabatan ini pertama kali dijabatnya untuk masa bakti 2010-2015 terhitung sejak 28 September 2010..

    Baca Selengkapnya.........

    Achtanaputra - Webdeveloper