Tag Archive | "adipura"

BLH Jatim Ancam Cabut Adipura Pemkot Surabaya

Tags: , , , , , ,

BLH Jatim Ancam Cabut Adipura Pemkot Surabaya

Posted on 11 Desember 2013 by admin

limbah-benowo-4RADJAWARTA > Kepala Badan  Lingkungan Hidup Jawa Timur, Indra Wiragama mengancam aku mencabut penghargaan Adipura yang diraih Pemkot Surabaya, jika PemkotSurabaya yang dipimpin Walikota TriRismaharini tetap membuang air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo ke Kali Lamong.

Ancaman ini, ungkap Indra bukan tanpa dasar, sebab berdasarkan temuan BLH Jawa Timur. Temuannya menyebutkan bahwa air lindi yang dibuang ke Klai Lamong berasal dari pipa siluman milik TPA Benowo. akibat dari itu, Kali Lamong mengalami pencemaran.

“Dari laporan BLH Jatim, sudah dapat dipastikan bahwa pipa siluman itu milik TPA Benowo,” tegas Indra kepada wartawan (11/12/13).

Indra menduga air lindki yang dibuang ke Kali Lamong melebihi baku mutu air, sehingga lingkungan di sekitarnya jadi tercemar. Indra berjanji akan menegur Surabaya 1. “Pengelolaan sampah jadi point penting dalam  penilaian Adipura. Kalau pengelolaan sampah di Surabaya bisa menimbulkan pencemaran linkungan, maka sanksinya Axipura bisa dicabut,” tukas Indra.

Menanggapi ancaman BLH Jatim, Chalid Buchori, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Surabaya mengatakan, mengaku sangat terkejut, sebab Pemkot terus melakukan pengawasan terhadap PT Sumber Organik (SO). PT SO sendiri adalah investor pengelola sampah di Benowo. “Mereka janji akan melakukan perbaikan tehnologi untuk pengelolaan ipalnya, agar airnya tidK seperti sekarang,” tandas Chalid. (Cp)

FOTO : KPJL

Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

adipura2

Tags: , , , ,

Kerja Bakti Sambut Penilaian Adipura

Posted on 29 Oktober 2013 by admin

adipura2RADJAWARTA > Tekad meraih Adipura untuk keenam kalinya ditunjukkan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa dengan menggalang kerjasama antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat. Penggalangan kerjasama dalam bentuk kerja bakti ini sebagai aksi nyata untuk menyambut tahap persiapan Pantau 1 (P 1) Program Adipura 2013/2014.

Berdasarkan hasil penilaian program Adipura 2012/2013, Kota Mojosari masih memiliki beberapa hal yang harus diperbaiki diantaranya kebersihan terminal, sungai dan drainase, perbaikan trotoar, ketertiban lapak PKL, pengelolaan sampah serta sarana prasarana TPA.

“Perbaikan kebersihan dan lingkungan bukan hanya dilakukan untuk mengejar nilai adipura semata. Akan tetapi, terutama untuk menunjang kepentingan pembangunan jangka panjang di Kabupaten Mojokerto,” kata Mustofa

Awal tahun 2013, seluruh SKPD se-Kabupaten Mojokerto sudah dibagi menjadi beberapa koordinator wilayah untuk membenahi beberapa titik-titik indikator penilaian adipura di Kota Mojosari. 11 titik indikator penilaian adipura adalah permukiman, pasar, sekolah, sungai, rumah sakit/puskesmas, jalan, terminal, perkantoran, pertokoan, taman kota dan TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dari 11 indikator tersebut, dibutuhkan penanganan dalam beberapa hal antara lain penataan ruang terbuka hijau, drainase, pengolahan dan pemilahan sampah, kebersihan dan perbaikan badan sungai serta perbaikan sarana prasarana.

Sekretaris Daerah, Herry Suwito menyatakan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pembersihan kawasan sungai, karena di Mojosari terdapat 7 ruas sungai yang perlu di bersihkan dan ditata, “jangan lupa bak sampah dan sistem pengolahannya yang sudah mulai menurun agar diperbaiki lagi,“ucapnya.

“Tingkatkan pembinaan kepada wilayah masing-masing, serap aspirasi masyarakat dan berpartisipasi langsung dalam pembersihan wilayah. Terimakasih kepada instansi vertikal dan Muspika yang bersedia mendukung program ini. Saya harap pada (28/10), wilayah Mojosari sudah bersih dan siap untuk dinilai oleh tim penilai Adipura,” ungkap Bupati MKP. (Rtyn)

Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

Bupati Jepara (berkopiah), melihat pengolahan kompos di kantor DKP Surabaya

Tags: , , , , , ,

Ingin Raih Adipura Kencana, Belajar ke Surabaya

Posted on 22 Oktober 2013 by admin

Bupati Jepara (berkopiah), melihat pengolahan kompos di kantor DKP SurabayaRADJAWARTA > Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam meraih penghargaan bergengsi bidang lingkungan, Adipura Kencana selama dua tahun beruntun (2012 dan 2013), menjadikan Kota Surabaya sebagai jujugan bagi pemerintah kota/kabupaten lainnya.

Beberapa pemerintah kabupaten/kota di Indonesia kini rajin berkunjung ke Kota Pahlawan untuk belajar tentang rahasia Pemkot Surabaya bisa meraih Adipura Kencana yang merupakan penghargaan tertinggi.

Setelah Rabu (16/10) dan Jumat (18/10) lalu jajaran Pemerintah Kota Waringin lalu Salatiga berkunjung ke kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, giliran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara yang datang ke kantor DKP Kota Surabaya, Minggu  (20/10) pagi.

Rombongan Pemkab Jepara yang dipimpin oleh Bupati Achmad Marzuki didampingi Sekda Ir Sholeh beserta asisten dan pimpinan SKPD, diterima Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian DKP Kota Surabaya, Wisnu Wibowo.
Bupati Jepara, Achmad Marzuki mengatakan, kedatangannya ke Surabaya bertujuan untuk menimba ilmu, utamanya terkait pengelolaan kebersihan di Kota Surabaya.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan, fokus yang harus kami lakukan pada titik mana saja untuk mendapatkan Adipura Kencana. Karena Surabaya sudah memperoleh Adipura Kencana dua kali beruntun,” tegas Achmad Marzuki.
Dijelaskan Marzuki, Kabupaten Jepara sebenarnya tidak asing dengan penghargaan Adipura. Menurutnya, sejak tahun 2005, Jepara sudah rutin menerima penghargaan Adipura.

“Soal Adipura kami sudah tidak asing lagi. Kami sudah sembilan kali berturut-turut, tetapi belum Adipura Kencana. Karena itu kami ingin belajar pada Pemkot Surabaya,” sambung dia.

Sementara Sekda Kabupaten Jepara, Ir Sholeh mempertanyakan sejauh mana partisipasi masyarakat di Surabaya di bidang kebersihan, juga keberadaan bank sampah, serta ada tidaknya operasi penertiban yustisi kebersihan di Surabaya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Wisnu Wibowo lantas memberikan penjelasan komprehensif tentang pengelolaan kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya melalui paparan.

“Sebenarnya pengelolaannya hampir sama dengan kota lain. Tetapi kita melakukan banyak inovasi yang itu menjadi penilaian Adipura Kencana. Harapan kami tentu mendapat yang ketiga kalinya,” ujar Wisnu.

Wisnu lantas menjelaskan tentang tugas-tugas DKP seperti penyapuan, pengangkutan sampah, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPAY dan pengolahan tinja, penerangan jalan umum, pemeliharaan makam, dekorasi kota. Serta, beberapa inovasi yang telah dilakukan DKP seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos dan Superdepo Sutorejo.

“Terobosan seperti Super depo Sutorejo dan bank sampah ini masuk dalam penilaian Adipura Kencana, dan itu menambah nilai,” jelas Wisnu.

Wisnu juga menjelaskan tentang partisipasi warga untuk mereduksi volume sampah yang masuk ke TPA Benowo. Diantaranya melalui pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas yang kini sudah tersebar di 162 kelurahan. Fungsinya antara lain pemilahan sampah organik dan an organik lalu mengelolanya. Sampah  organik diproses menjadi kompos dan sampah anorganik dijual ke pengepul sampah atau didaur ulang.

Dijelaskan Wisnu, kini sudah ada 21 rumah kompos. Diantaranya di kawasan Tenggilis Utara, Gayungsari, Rungkut Asri, Keputih, Wonorejo, Benowo, dan Putat Jaya. Sementara untuk bank sampah aktif, jumlahnya kini ada 125 bank sampah.

“Untuk menggairahkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, kita juga menggelar kompetisi kebersihan yakni Surabaya Green and Clean sejak 2005 dan Surabaya Merdeka dari Sampah sejak 2007. Karena partisipasi warga ini juga ada nilainya. Intinya kita ikut mendampingi, bukan hanya memerintah,” jelas Wisnu.

Tidak ketinggalan, Wisnu juga menjelaskan tentang kepedulian pihak swasta untuk memberikan dana CSR (Corporate Social Responsibility). CSR ini diwujudkan berupa revitalisasi taman atau pemberian mobil tangki untuk DKP. Asisten I Sekda Jepara, Ahmad Junaedi mengatakan, dari paparan tersebut, terlihat bahwa secara fisik Surabaya memang luar biasa. Dia mengakui, pihaknya belum bisa maksimal dalam menggerakkan partisipasi masyarakat di Jepara. “Saya juga penasaran ingin tahu bagaimana upaya Pemkot dalam meyakinkan pihak swasta untuk mendapatkan CSR,” tanya dia.

Wisnu menjelaskan bahwa untuk CSR,  selama ini Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT yang melakukan pendekatan dengan para direktur perusahaan. “Ada juga pihak perusahaan yang meminta audiensi dengan bu walikota dalam rangka menawarkan CSR,” ujarnya.

Beberapa taman di Surabaya memang hasil dari bantuan CSR pihak swasta. Diantaranya partisipasi dari PT Telkom untuk revitalisasi Taman Bungkul, lalu Pertamina untuk Taman Pelangi, serta Bank Danamon untuk Taman Nginden Intan. Bank Mandiri dan Bank BNI juga memberikan CSR berupa mobil tangki untuk menyiram taman.

Setelah paparan, Bupati Jepara bersama rombongan dilantas diajak untuk melihat langsung pengolahan kompos yang berada di bangunan belakang kantor DKP Surabaya.(*)

Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

Walikota dalam menyampaikan sambutan dalam ekspose adipura

Tags: , , , , , , ,

Ekspose Adipura, Wali Kota Soroti Sungai dan Sekolah

Posted on 11 Oktober 2013 by admin

Walikota dalam menyampaikan sambutan dalam ekspose adipuraRADJAWARTA > Sungai bukan tempat sampah. Sungai juga bukan sarana untuk MCK (mandi, cuci, kakus). Hal tersebut nampaknya perlu ditekankan kepada segenap masyarakat. Kendati sungai-sungai di Surabaya sudah cukup bersih, namun masih ada saja orang-orang tak bertanggung jawab yang seenaknya mengotori sungai.

Pernyataan itu diutarakan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menghadiri ekspose dan pembinaan Adipura di Graha Sawunggaling, Kamis (10/10). Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan sungai perlu ditingkatkan. Mengingat, di sejumlah titik masih sering dijumpai sampah/limbah rumah tangga yang mencemari sungai maupun saluran.

Pemerintah Kota Surabaya sudah berupaya membersihkan sungai secara berkala. Tapi, kalau langkah tersebut tidak dibarengi dengan komitmen kuat masyarakat, maka hal itu akan sia-sia. Risma -sapaan wali kota- menuturkan, suatu saat dia bersama para petugas kebersihan pernah membersihkan sungai. Hasilnya, sampah yang mencemari sungai didominasi limbah rumah tangga seperti plastik, popok bayi, botol minuman, hingga (maaf) pembalut wanita.

Tentu saja melihat banyaknya sampah itu membuat wali kota merasa miris. Ini menandakan perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya peduli terhadap kelestarian lingkungan. Padahal, Risma menyatakan, kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. “Kalau lingkungannya kotor itu bisa menyebabkan banyak penyakit,” terangnya.

Pernyataan wali kota bukannya tak berdasar. Sebab, berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, angka penyakit demam berdarah, diare dan muntaber cenderung meningkat utamanya saat memasuki musim penghujan. Nah, ketika hujan datang dan airnya tidak bisa mengalir dengan sempurna, menyebabkan luberan air di sungai maupun saluran. Air bercampur sampah dalam waktu yang lama dapat memicu timbulnya penyakit.

“Saya tidak mau nanti waktu musim hujan banyak yang kena demam berdarah atau diare,” ujar Risma dihadapan para camat, lurah, pegawai BUMN, LSM serta tokoh masyarakat.

Selain itu, Risma juga menyoroti kebersihan di lingkungan sekolah. Problemnya, banyak sampah plastik bekas minuman yang mengotori lingkungan sekitar sekolah. Wali kota menyebut, umumnya pemandangan tersebut tersaji saat jam-jam pulang sekolah. Untuk itu, dia menghimbau para siswa menggunakan gelas/botol masing-masing agar tidak menambah volume sampah berupa plastik. Budaya menggunakan tempat minum sendiri yang lebih higienis kini mulai disosialisasikan di tiap-tiap sekolah.

Sementara terkait acara ekspose dan pembinaan Adipura, lebih banyak dimanfaatkan untuk memaparkan hasil evaluasi penilaian Adipura sebelumnya. Sekaligus persiapan menyongsong Adipura berikutnya.

Asisten Deputi Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), R. Sudirman mengakui, untuk urusan kebersihan, Surabaya sudah berada pada level yang berbeda dibanding daerah-daerah lain. Untuk itu, lingkungan di Kota Pahlawan sudah tidak bicara masalah bersih, hijau, dan sehat saja, tapi yang lebih penting harus berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang.

Dari hasil evaluasi pun, kata Sudirman, Surabaya sudah sangat bagus. Hanya menyisakan beberapa catatan untuk pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan kebersihan air. Itu pun sifatnya hanya perlu pembenahan kecil.

“Kalau melihat progres dan perkembangan Surabaya yang sudah sangat pesat di bidang lingkungan, maka kota ini nantinya sudah bukan sebagai peserta lagi. Melainkan, sesuai rencana KLH akan diproyeksikan untuk membantu kementerian,” paparnya.

Namun, untuk ‘lulus Adipura’, suatu kota harus memenuhi tiga persyaratan. Pertama, nilai dalam Adipura tidak boleh turun sedikitnya dalam tiga tahun berturut-turut. Kedua, harus ada inovasi, baik pada skala kampung maupun kota. Dan yang terakhir, kota tersebut harus secara intens membagi pengalamannya dengan kota/kabupaten lain. (hms)

Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

Adipura 1 2013

Tags: , , , , , ,

Raih Adipura ke Lima, Bupati Gelar Tasyakuran

Posted on 25 Juni 2013 by admin

RADJAWARTA >Sebagai rasa syukur atas diterimanya penghargaaan Adipura untuk kota Mojosari yang kelima dan penghargaan Adiwiyata untuk SMA NEGERI I PURI dan SMP NEGERI 2. Hari ini (21/6/2013) Kabupaten Mojokerto bersama pasukan kuning mengadakan tasyakuran di Pendopo Kecamatan Mojosari.

Hal yang membangggakan bagi Kabupaten Mojokerto, adalah Kota Mojosari merupakan salah satu Kota yang memperoleh Anugerah Adipura (kota terbersih kategori Kota Kecil) dari 72 Kota Penerima Penghargaan di Seluruh Indonesia. Dan Penghargaan kali ini merupakan Penghargaan yang ke 5 (lima) kalinya yang secara berturut – turut diperoleh Kota Mojosari mulai Tahun 2009 – 2013.

Asisten Administrasi Umum Didik Chusnul Yaqin mengatakan, Keberhasilan ini merupakan Keberhasilan Bersama, antara pemerintah dan warganya. “Dengan upaya dan partisipasi semua elemen masyarakat untuk melakukan pembenahan – pembenahan di semua sector, Kabupaten Mokjokerto siap menyongsong meraih Adipura Kecana tahun depan,“ tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mojokerto Hj. Choirunnisa menyampaikan terimakasih kepada semua elemen masyarakat terutama pasukan kuning yang telah menghantarkan Kabupaten Mojokerto kembali meraih anugerah Adipura pada tahun ini. ”Hati – hati dan waspada terhadap lingkungan, kita harus meninggalkan warisan lingkungan yang sehat dan bersih untuk anak cucu kita,” pungkasnya. (Rtyn)

 

Share

Comments (0)

kirab

Tags: , , , , ,

Walikota Hadiahi Warga Mojokerto Piala Adipura

Posted on 18 Juni 2013 by admin

RADJAWARTA > Di penghujung masa jabatan Walikota Mojokerto Abdul Gani Soehatono, dan menjelang hari Jadi ke 95, ada empat prestasi membanggakan tingkat nasional yang berhasil diraih. Penghargaan tersebut dikirab mengelilingi kota Mojokerto dengan diiringi dengan kendaraan hias, sepeda angin, dan sejumlah kendaraan lainnya.

Kedatangan piala atau penghargaan itu disambut Walikota, Wawali, sejumlah pejabat lainnya dengan acara seremonial. Pembawa penghargaan kali ini yaitu Adipura dibawa Kepala Kantor Lingkungan Hidup Anang Fahruroji, WTN oleh Kepala Dishubkominfo Endri Agus Sugiyanto, rekomendasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Inspektur Kota Mojokerto Samsul Hadi, dan Adiwiyata oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Sugiyono. Yang kemudian secara bergantian menyerahkan penghargan tersebut kepada Walikota.

Walikota mengatakan, “BUKAN HANYA SAYA, TAPI KESUKSESAN SEMUA, JUGA TERMASUK WAWALI, KEPALA DAN JAJARAN SKPD, SERTA MASYARAKAT KOTA MOJOKERTO. PENGHARGAAN INI SAYA PERSEMBAHKAN UNTUK MASYARAKAT KOTA MOJOKERTO MENJELANG AKHIR JABATAN SAYA,” katanya.

“INI JUGA PEMBUKTIAN BAGI KALANGAN YANG MENCIBIR PRESTASI KOTA MOJOKERTO. “DENGAN DIRAIHNYA PENGHARGAAN INI, TERBUKTI BAHWA PEMKOT MOJOKERTO BISA BERPRESTASI MEMBANGGAKAN,” katanya. (Rtyn)

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

Share

Comments (0)

Piala Adipura Kencana 2013 Disambut Ratusan Warga Surabaya

Tags: , , , , , , ,

Piala Adipura Kencana 2013 Disambut Ratusan Warga Surabaya

Posted on 13 Juni 2013 by admin

RADJAWARTA > Ucapan syukur dan terima kasih berulang kali disampaikan Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT ketika memberikan sambutan di acara penerimaan Piala Adipura Kencana di halaman Taman Surya (depan Balai Kota Surabaya), Rabu (12/6).

Sebelumnya, Walikota Risma melakukan kirab Piala Adipura Kencana dimulai dari markas Korem 084 Bhaskara Jaya di Jalan Ahmad Yani menuju Taman Surya.

Ketika tiba di Taman Surya, Walikota Risma sudah ditunggu jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, jajaran Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), kepala sekolah dan guru beserta anak didiknya, serta ratusan pasukan kuning, pasukan hijau dan satuan tugas (Satgas) pematusan. “SAYA SAMPAIKAN BANYAK TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PASUKAN DI LAPANGAN, BAIK PASUKAN KUNING, PASUKAN HIJAU DAN JUGA SATGAS PEMATUSAN YANG TELAH BEKERJA KERAS DALAM MENJAGA KEBERSIHAN DAN KEASRIAN DI KOTA SURABAYA. JUGA KEPADA SEMUA JAJARAN FORPIMDA YANG TELAH BERSINERGI DENGAN BAIK. PRESTASI INI HARUS DIPERTAHANKAN,” tegas Walikota Risma yang lantas disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir di Taman Surya.

Dijelaskan Walikota Risma, selain penghargaan pengelolaan lingkungan terbaik di Indonesia berupa Piala Adipura Kencana 2013, Pemkot Surabaya juga dibuat bangga dengan prestasi beberapa sekolah di Kota Surabaya yang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional terbanyak. “BULAN LALU KITA JUGA MENDAPATKAN PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA BIDANG LAL LINTAS UNTUK KEEMPAT BELAS KALINYA,” sambung walikota.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi menambahkan, sukses Kota Surabaya dalam meraih penghargaan Adipura Kencana kategori Kota Metropolitan secara berturut-turut, merupakan hasil dari kerja keras semua pihak.

“POIN YANG SANGAT TINGGI ITU KARENA KEBERSIHAN KOTA TIDAK HANYA DI KOTA, TETAPI JUGA DI KAMPUNG-KAMPUNG. TENTU BELUM SEMPURNA, TETAPI DIBANDINGKAN DENGAN KOTA LAINNYA, SURABAYA ADALAH YANG TERBAIK. DAN YANG TERPENTING ADALAH KONSISTENSI DARI PEMKOT SURABAYA UNTUK MEMELIHARA KONDISI YANG SUDAH BAIK INI, KARENA YANG SUSAH KAN KONSISTENSI,” jelas Musdiq Ali Suhudi.

Kebersihan lingkungan, jelas Musdiq, juga bukan hanya penting dalam upaya meraih penghargaan, tetapi juga penting dalam kaitan penurunan penyakit dan masalah ekonomi. Keberadaan bank-bank sampah di Kota Surabaya yang jumlahnya kini mencapai 135 bank sampah, menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan juga bisa mendapatkan keuntungan ekonomi. Keberadaan pengusaha di Surabaya juga dinilai care pada lingkungan. ”INI MASA TRANSISI DI MANA TPA DIKELOLA OLEH PIHAK KETIGA. ITU KITA PERBAIKI. KUALITAS AIR JUGA MESTINYA BISA LEBIH BAGUS KARENA SUNGAI KITA MENJADI AIR MINUM,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Surabaya, Mochamad Mahmud, mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Walikota Risma. “KEBERHASILAN SURABAYA BERTURUT-TURUT MENDAPATKAN ADIPURA KENCANA TENTU SEBUAH PRESTASI MEMBANGGAKAN. SAYA KIRA, SURABAYA SUDAH TIDAK ADA LAWAN DI INDONESIA, LAWANNYA ITU SINGAPURA ATAU KOTA-KOTA LAIN DI ASEAN ATAU ASIA. KALAU DITANDINGKAN DENGAN KOTA DI INDONESIA, SUDAH TIDAK ADA LAWAN,” tegas Mahmud.

Keberhasilan mempertahankan penghargaan Adipura Kencana kategori Kota Metropolitan ini juga menjadi kado manis bagi Kota Surabaya yang baru saja memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-720 tahun pada 31 Mei lalu. Penghargaan paling bergengsi di bidang lingkungan ini diserahkan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan diterima Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Istana Negara di Jakarta, Senin (10/6) lalu. +++

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Comments (0)

alun21

Tags: , , , ,

Pemkot Mojokerto Raih Piala Adipura 2013

Posted on 12 Juni 2013 by admin

RADJAWARTA > Anugerah di bidang kebersihan serta lingkungan hidup diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada kota Mojokerto yang diterima oleh Wakil Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, pada puncak acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/6).

Langkah-langkah yang ditempuh Pemkot Mojokerto untuk meraih kembali Adipura berkat kerja keras semua pihak. diantaranya, melakukan penghijauan, penanaman pohon lindung di pinggir jalan-jalan protokol, rehabilitasi hutan kota, dan pembangunan taman bermain anak, penataan PKL, serta partisapasi aktif warga kota dalam bentuk kerja bakti massal.

Meskipun kota Mojokerto adalah kota kecil yang terdiri dari dua Kecamatan dan hampir tidak memiliki sumber daya alam, namun Wawali mengatakan kota Mojokerto masih memiliki sumber daya manusia yang bisa diandalkan. Visi Pemkot Mojokerto yaitu mewujudkan masyarakat kota Mojokerto yang sehat, cerdas, sejahtera, dan bermoral. Dan dengan diterimanya penghargaan ini, berarti sebagai salah satu bukti keberhasilan pemkot Mojokerto. Ini bisa terwujud berkat kerja sama dan partisipasi dari semua pihak.
(Rtyn)

Share

Comments (0)

Kunjungan Dewan Pertimbangan Adipura ke sekolah-sekolah

Tags: , , , ,

Surabaya Jalani Penilaian Akhir Adipura

Posted on 13 Mei 2013 by admin

RADJAWARTA > Penilaian Adipura Kencana telah memasuki fase akhir. Tak lama lagi, pemenang penghargaan di bidang lingkungan itu akan diumumkan. Namun sebelumnya, kota-kota nominator akan diverifikasi oleh Dewan Pertimbangan Adipura.

Sebanyak tujuh orang rombongan Dewan Pertimbangan Adipura berkunjung ke balai kota Surabaya, Senin (13/5). Kedatangan mereka diterima oleh Wali Kota Tri Rismaharini beserta segenap jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemkot.

Pada kesempatan itu, wali kota memaparkan secara rinci program-program pemkot yang berkaitan dengan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Menurut Risma -sapaan wali kota-, kunci sukses perubahan wajah kota yang kini lebih asri dan bersih terletak pada peran aktif serta partisipasi masyarakat.

Oleh karenanya, Risma kini tengah menggerakkan para camat dan lurah, sebagai pejabat yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, untuk lebih intens sosialisasi masalah lingkungan. Sekarang, banyak wilayah yang menerapkan kerja bakti secara rutin.

“Ini bukan untuk kepentingan pemkot saja, tapi yang lebih penting adalah bagaimana membangun budaya masyarakat yang sadar akan kebersihan,” terangnya.

Kota Surabaya memang dikenal dengan semboyan “bersih dan hijau”. Semangat itulah yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi pemerintahannya, banyak program-program pemkot yang berwawasan lingkungan. Di antaranya, pembangunan rumah kompos yang sudah mulai menjamur. Wali kota juga memperlihatkan kondisi kampung-kampung yang sudah menjalankan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). IPAL tersebut memang sederhana, namun berfungsi dengan baik.

Daur ulang dan bank sampah juga merupakan salah satu upaya pemkot dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah mulai dipilah sejak awal, dengan demikian jumlah sampah di TPA akan berkurang. Sampah ternyata bisa dimanfaatkan secara ekonomis dan punya nilai jual. Manajemen bank sampah kini sudah diajarkan di sekolah-sekolah dan seluruh kampung. Kini jumlah bank sampah sudah mencapai 135 bank.

Selama paparan, beberapa anggota Dewan Pertimbangan Adipura terlibat tanya-jawab dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Risma pun melayani dengan memberikan penjelasan secara terperinci. Ketua Dewan Pertimbangan Adipura, Sarwono Kusumaatmaja, mengatakan, sepak terjang Surabaya dalam bidang pengelolaan lingkungan memang sudah tidak diragukan lagi. Dia menilai, partisipasi masyarakat sudah sangat baik, hanya ada beberapa hal saja yang perlu mendapat perhatian.

“Semua sudah sangat baik. Apa yang ada di sini bahkan sudah layak dijadikan percontohan daerah lain. Yang ingin saya tahu hanya apa program pemkot yang belum selesai,” kata Sarwono yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup ini.

Usai lawatan di balai kota, rombongan bergerak menuju beberapa lokasi. Tim juri mengunjungi beberapa sekolah, super depo Sutorejo, dan taman kota. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, menuturkan, tujuan kedatangan Dewan Pertimbangan Adipura kali ini adalah untuk melakukan verifikasi lapangan. Hal itu sehubungan dengan masuknya Surabaya sebagai salah satu nominator penerima Adipura Kencana kategori kota metropolitan tahun ini. Kota Pahlawan akan bersaing dengan tiga kota lain, yakni Palembang, Medan, dan Tangerang.

Terkait sekolah Adiwiyata di Surabaya yang mendapat pujian dari Dewan Pertimbangan Adipura, Musdiq mengatakan, membangun budaya yang sadar lingkungan memang harus dimulai sejak masa sekolah. Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup kepada sekolah-sekolah berwawasan lingkungan. Adiwiyata memang bukan bagian dari Adipura, namun Adiwiyata masuk dalam salah satu indikator penilaian yang menunjang Adipura. Sekadar informasi, Surabaya adalah kota dengan sekolah berstatus Adiwiyata terbanyak se-Indonesia, yaitu 14 sekolah.

“Tahun ini pendekatan tim juri memang berbeda. Mereka turun langsung ke lapangan. Dari hasil tunjauan itulah yang nantinya dijadikan pertimbangan untuk menentukan kelayakan sebuah kota menyandang predikat Adipura Kencana,” terang Musdiq sembari mengisyaratkan pemenang Adipura akan diumumkan sekitar Juni. +++

Foto > Kunjungan Dewan Pertimbangan Adipura ke sekolah-sekolah

Puaskah anda dengan Kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...

HUMAS

Share

Comments (0)

Manusia Super

Pemimpin Negara Harus Pancasilais

SURABAYA, Semua elemen masyarakat termasuk petinggi partai dan jajaran birokrat harus mempertanyakan kembali, sejauh mana konsistensi komitmennya terhadap Pancasila. Apakah masih utuh mengemban wasiat yang terkandung di dalam kelima butir

Baca Selengkapnya.........

LEMBAGA BANTUAN HUKUM
RADJAWARTA


KLIK DISINI...

Penandatanganan Kontrak kinerja 2014
  • Radja POLLING


    • Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

      Lihat Hasil Polling

      Loading ... Loading ...


  • Risma, Walikota Tanpa Tanda Jabatan

    TRI RISMAHARINI, demikian nama walikota perempuan pertama di Kota Surabaya. Masa jabatan ini pertama kali dijabatnya untuk masa bakti 2010-2015 terhitung sejak 28 September 2010..

    Baca Selengkapnya.........

    Achtanaputra - Webdeveloper