Balai Lelang Star Diduga Lakukan Rekayasa Lelang

Minggu,3 Juli 2011 - 11:52 WIB - Dibaca : 1447 kali

RADJAWARTA >> Lelang rumah Perum Sakura Regensi F 10, Surabaya milik kreditur Bank Bukopin, Erwin Leonard Silitonga (37) oleh Balai Lelang Star menuai polemik. Pasalnya, balai pelelangan tersebut diduga telah terjadi sesuatu yang tidak masuk diakal dalam pengumuman lelang yang diterbitkan di salah satu media massa lokal Jawa Timur.

Erwin Silitonga, selaku pemilik rumah mengatakan, pihak balai lelang Star plin-plan saat dirinya meminta hardcopy atau bukti pemuatan pengumuman di media masa.

“Saya beberapa kali meminta bukti lelang rumah saya kepada Star lelang. Tapi mereka hanya menyebutkan di nama media dan tanggal pemuatanya. Setelah saya cek, ternyata tidak ada,” kata Erwin kepada wartawan, Minggu Siang (3/7).

Setelah mengecek pengumuman lelang yang dimaksud Balai Star dengan hasil nihil, Erwin kembali menanyakan kebenaran pengumuman lelangnya. Saat dikonfirmasi kedua kalinya, Gatot, Manager Oerasioanal Balai Lelang Star Surabaya kembali memberikan jawaban nama media dan tanggal pemuatanya, tanpa menunjukan bukti koran, namun setelah dicek lagi dengan cara membeli koran, Erwin tidak menemukan iklan pengumuman lelang rumahnya yang di muat oleh balai lelang Star.

“Saya sampai mondar-mandir membeli koran bekas milik pelanggan koran itu hingga dua kali sesuai tanggal terbitan yang disebut oleh pihak balai lelang Star, tapi hasilnya nihil. Sampai-sampai saya datangi redaksi koran harian itu dan saya hanya dijanjikan akan diberikan contoh koranya. Ternyata sampai hari ini saya meminta pun tidak diberi,” ungkapnya sembari mengatakan dia juga kembali mengklaifikasi Star lelang untuk kali ke tiga, namun Manager operasional Star Lelang memberi jawaban berbeda.

“Ia menyebut nama sebuah media harian yang lain dan tanggal serta bulan penerbitannya. Setelah saya beli lagi eh ternyata iklan pengumuman itu juga nggak ada,” tambahnya.

Didampingi kuasa hukumnya, Ramon James Simanjuntak, SH , Erwin menduga, balai lelang Star telah melakukan manipulasi pengumuman lelang di media massa tersebut dengan cara dicetak terbatas. Hal itu terbukti, pihak balai lelang memiliki bukti pengumuman lelang, namun ketika dirinya (Erwin) membeli koran sesuai bulan dan tangal pemuatan lelang milik para pelanggan ternyata iklan pengumuman itu tidak ada.

Terkait dengan pengumuman lelang yang diduga direkayasa itu, Manager Opreasional Balai Lelang Star, Gatot, ketika hubungi wartawan mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait pengumuman maupun pelaksanaan lelang rumah milik seorang kredirut Bank Bukopin tersebut.

Menurutnyta yang berhak melakukan pengumuman lelang adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya. “Itu wewenang KPKNL Mas. Saya tidak tahu menahu,” ucapnya melalui sambungan telepon.

Seperti diberitakan sebelumnya, Erwin Leonard Silironga (37) warga Perum Sakura Regensi no 10 Surabaya rumahnya diduga dilelang oleh Bank Bukopin tanpa prosedur yang jelas. Sehingga, kreditur KPR Bukopin yang sudah membayar angsuran ratusan juta rupiah tersebut kecewa karena kehilangan rumahnya.

Kreditur KPR ini mengaku rumah di perumahan Sakura Regensi F 10 Surabaya yang dibelinya melalui over credit dari pemilik lama Romie Rifky Widhisunu pada tahun 2007 lalu, Maret lalu dilelang oleh Bank Bukopin tanpa ada surat pemberitahuan terlebih dahulu.

Padahal, proses over kredit dengan pemilik lama saat itu juga diketahui oleh staf Badan Penyelesaian Kredit (BPK) Bank Bukopin bernama Budi Prihantono. Saat itu memang disarankan tidak take over, hanya mendebet uang ke rekening pemilik lama saja untuk membayar angsuran perbulan Rp 5,855 juta. Saat itu, Erwin juga membayar kesepakatan over credit Rp 350 juta kepada Romie (pemilik lama).

Terkait dengan pelelangan rumhnya tersebut, kreditur KPR Bank Bukopin tersebut mengatakan bahwa dirinya sempat mengklarifikasi kepada pihak Bank Bukopin Jl. Panglima Sudirman, saat itu dirinya ditemui, Satrio, seorang staf Badan Penyelesaian Kredit (BPK).

Kepada Erwin staf BPK Bukopin tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan perihal pelelangan rumah dan ditujukan kepada pemilik lama, Romie Rifky.

Namun setelah Erwin mengkroscek ke rumah Romie, pemilik lama tersebut mengaku tidak pernah menerima surat apapun dari pihak Bank Bukopin.

Kepada wartawan, Kreditur KPR Bank Bukopin yang kini masih bertahan di rumah Sakura Regensi F 10 Surabaya itu menceritakan, bahwa dirinya memang telah wanprestasi dalam pembayaran cicilan rumah lantaran usahanya mengalami pailit sejak tahun 2009.

Lalu, karena beberapa bulan tidak sanggup menyelesaikan angsuran, Bank Bukopin akhirnya mengultimatum Erwin bahwa rumahnya akan dilelang jika kreditur tidak segera membayar akumulasi angsuran atau melakukan pelunasan.

“Akhirnya saya disarankan oleh pihak Bukopin untuk menjual rumah tersebut. Bahkan pihak Bank sempat mencarikan pembeli, namun pembeli dari pihak bank tersebut selalu menawar dengan harga rendah sehingga tidak menemui kesepakatan. Malah akhirnya Bank Bukopin melelang rumah saya secara diam-diam,” katanya.

Pasca melakukan pembelian over credit dari pembeli lama, Erwin sempat membayar uang cicilan bulanan selama dua tahun lebih. Jika dikalkulasi dirinya telah membayar cicilan rumah sekitar Rp 200 juta lebih ke pada Bank Bukopin.rid

Bagaimana Pendapat anda pembangunan Tol tengah kota ?

Lihat Hasil Polling

Loading ... Loading ...
Share

Tinggalkan komentar

Current day month ye@r *

Manusia Super

Pemimpin Negara Harus Pancasilais

SURABAYA, Semua elemen masyarakat termasuk petinggi partai dan jajaran birokrat harus mempertanyakan kembali, sejauh mana konsistensi komitmennya terhadap Pancasila. Apakah masih utuh mengemban wasiat yang terkandung di dalam kelima butir

Baca Selengkapnya.........

LEMBAGA BANTUAN HUKUM
RADJAWARTA


KLIK DISINI...

Penandatanganan Kontrak kinerja 2014
  • Radja POLLING


    • Puaskah Anda dengan Hasil Kerja Susilo Bambang Yudhoyono, Presdien RI?

      Lihat Hasil Polling

      Loading ... Loading ...


  • Risma, Walikota Tanpa Tanda Jabatan

    TRI RISMAHARINI, demikian nama walikota perempuan pertama di Kota Surabaya. Masa jabatan ini pertama kali dijabatnya untuk masa bakti 2010-2015 terhitung sejak 28 September 2010..

    Baca Selengkapnya.........

    Achtanaputra - Webdeveloper